14 Des 2009
13 Des 2009

Dia berwajah cerah seukuran sinar mentari memantul di air bergelombang
Kata katanya laksana malaikat membisikkan kebaikan yang terpatri di dalam kalbu
Kelembutan budi memancar dari pribadi yang tenang
Keteduhan dan kesejukan mengalir kepada insan yang bersanding
Sangat menentramkan jiwa yang bergolak penuh dosa
Mutiara hikmah kurengkuh tiap kali kata demi kata melantun indah
Demi seluruh alam yang indah nian Kau ciptakan
Aku menengadah di sujud kakiMu
Tempatkan ia di maqom terpuji di hari yang kekal
Tempatkan ia di sisi para pejuang Islam
Tempatkan ia di surgaMu yang agung
Dan ridhoilah jalan baik yang dia tempuh di tempat yang rusak
10 Des 2009
aku duduk di pinggir jembatan, merenung menatap ke langit. cahaya emas memantul mantul di ujung barat. sementara angin terus menerbangkan debu debu ke tengah jalan.
mataku masih menuju ke ujung barat, menatap mentari yang makin tenggelam. sementara perasaanku semakin tenggelam ke dalam lamunan tentang dirinya.
segala sesuatu tentang dirinya adalah hal terindah yang bisa aku ingat, mulai dari senyumnya hingga muka masamnya.
bukan maksud untuk melebih lebihkan, tapi memang demikian kenyataannya.
dia itu lebih memabukkan aku daripada sebotol wiski yang paling tinggi kadar alkoholnya.
dia juga inspirasi terakhir dari orang tersukses di manapun.
dia lebih dekat dari sahabatku yang paling dekat.
dia lebih anggun daripada seorang ratu di singgasananya.
mataku masih menuju ke ujung barat, menatap mentari yang makin tenggelam. sementara perasaanku semakin tenggelam ke dalam lamunan tentang dirinya.
segala sesuatu tentang dirinya adalah hal terindah yang bisa aku ingat, mulai dari senyumnya hingga muka masamnya.
bukan maksud untuk melebih lebihkan, tapi memang demikian kenyataannya.
dia itu lebih memabukkan aku daripada sebotol wiski yang paling tinggi kadar alkoholnya.
dia juga inspirasi terakhir dari orang tersukses di manapun.
dia lebih dekat dari sahabatku yang paling dekat.
dia lebih anggun daripada seorang ratu di singgasananya.
26 Nov 2009
15 Jul 2009
Dalam duniaku, lelaki memanglah tak pantas menitikkan air mata. Namun, kini tak ada lagi bagiku alasan untuk tak menangis. aku terlampau sedih untuk melihat teman-temanku yang dulu begitu manis sekarang telah jauh meninggalkan norma yang seharusnya mereka anut.
Pemuda pemuda di kampungku telah jauh melangkah meninggalkan agama yang seharusnya mereka pegang. mereka telah diperbudak oleh alkohol murahan. aku terlampau bingung memikirkan mereka. mereka tak lagi memperdulkan masa depan mereka.
Aku sering termenung sendirian, memikirkan bagaimana nasib pemuda pemuda di kampungku. mereka terlampau terlena dengan kenikmatan sesaat. mereka tak lagi memandang sesuatu membutuhkan pengorbanan.
aku takut jika suatu saat laknat turun ke kampungku, menimpa pula orang orang yang tak berdosa. aku ingin mengajak mereka ke arah kebaikan, namun aku terlampau lemah sebagai seorang pemuda.
aku hanya berdoa semoga mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah dan perlu diperbaiki.
Pemuda pemuda di kampungku telah jauh melangkah meninggalkan agama yang seharusnya mereka pegang. mereka telah diperbudak oleh alkohol murahan. aku terlampau bingung memikirkan mereka. mereka tak lagi memperdulkan masa depan mereka.
Aku sering termenung sendirian, memikirkan bagaimana nasib pemuda pemuda di kampungku. mereka terlampau terlena dengan kenikmatan sesaat. mereka tak lagi memandang sesuatu membutuhkan pengorbanan.
aku takut jika suatu saat laknat turun ke kampungku, menimpa pula orang orang yang tak berdosa. aku ingin mengajak mereka ke arah kebaikan, namun aku terlampau lemah sebagai seorang pemuda.
aku hanya berdoa semoga mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah dan perlu diperbaiki.
Langganan:
Postingan (Atom)

