pendamlah jiwamu pada tanah yang dalam, karena sesungguhnya buah yang manis hanya tumbuh dari biji yang ditanam

26 Nov 2009

Ampuni Aku Tuhan


Sembah sujudku Ya Alloh
Aku tundukkan kepalaku mencium tanah
Dengan segala cacat merambah hati
Dengan goresan luka oleh lisan
Dengan busuknya prasangka
Dengan nanah dan darah melumuri borok di sekujur badan
Ampunilah aku Tuhan

15 Jul 2009

kelakuan pemuda di kampungku

Dalam duniaku, lelaki memanglah tak pantas menitikkan air mata. Namun, kini tak ada lagi bagiku alasan untuk tak menangis. aku terlampau sedih untuk melihat teman-temanku yang dulu begitu manis sekarang telah jauh meninggalkan norma yang seharusnya mereka anut.

Pemuda pemuda di kampungku telah jauh melangkah meninggalkan agama yang seharusnya mereka pegang. mereka telah diperbudak oleh alkohol murahan. aku terlampau bingung memikirkan mereka. mereka tak lagi memperdulkan masa depan mereka.

Aku sering termenung sendirian, memikirkan bagaimana nasib pemuda pemuda di kampungku. mereka terlampau terlena dengan kenikmatan sesaat. mereka tak lagi memandang sesuatu membutuhkan pengorbanan.

aku takut jika suatu saat laknat turun ke kampungku, menimpa pula orang orang yang tak berdosa. aku ingin mengajak mereka ke arah kebaikan, namun aku terlampau lemah sebagai seorang pemuda.

aku hanya berdoa semoga mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah dan perlu diperbaiki.

1 Jul 2009

Pergilah Kamu

Kamu,
Pergilah ke pelosok negeri sana
Sudah berkali kali aku katakan
Jangan rayu aku lagi
Setelah aku terlampau benci
Aku tak mau lihat muka laknat
Yang menohok ulu hati dari belakang
Pergilah kamu bersama buaya peliharaanmu
Biar kamu puas dengan nafsumu

Matinya Hati

Dosa
Setan
Iblis
Membunuh
Hati

30 Jun 2009

BAGAIMANA BISA

Bagaimana bisa aku melupakanmu
Sementara setiap malam kau menyapaku dengan lembut
Berdiri tersenyum melambai ke arahku
Lalu kau mengajakku pergi ke alam imajinasi yang terlampau luas
Dan kau elus pipiku dengan tangan yang tak terjangkau

Bagaimana bisa aku melupakanmu
Sementara seluruh pori pori di tubuhku melantunkan syair tentangmu
Melukiskan wajahmu di atas kanvas putih berbingkai
Dan tiba tiba kau muncul lagi dengan seulas senyum di bibir
Merengkuhku lagi dalam ketidakberdayaanku

Bagaimana bisa aku melupakanmu
Sementara tiap detik dinding di kamarku membisikkan namamu
Memori di otakku penuh dengan file file dirimu
Dan benar, kau muncul lagi, kali ini dengan sapaan yang lebih lembut
Kau sentuh hatiku sampai aku kehilangan nafas
Sampai aku benar benar hilang akal memikirkanmu

Hingga akhirnya aku putuskan
Aku tak akan pernah melupakanmu

29 Jun 2009

AKU MENGADU

Dengan segala kesempurnaanMu ya Rabb, aku mengadu. Aku ini hanya makhluk cacat yang jauh dari taat. Lubang lubang menganga di sana sini, Menembus jauh ke dalam hati. Bagaimana menutupnya, aku hanya bisa mengiba. Bersimpuh bersujud. Segala daya upaya hanya milikMu, dan tiada kekuatan bagiku untuk menyempurnakan amalku, kecuali kekuatan itu dariMu. Maka aku ingin menambal lubang lubang itu, dengan kekuatan dan perlindunganMu.

Dengan segala kehinaan diriku, aku mengadu kepadaMu Ya Rabb. Hati ini begitu kotor. Makin hari makin tercemar. Gelap. Tak tahu arah. Terombang ambing oleh kebodohan. Mati. Mungkin. Tak lagi punya rasa. Nista sekali aku ini. TanpaMu, Tanpa hidayahMu, hatiku makin hitam, tak terselamatkan.

Ya Rabb, ampunkan aku dengan segala kekurangan dan kenistaanku. Sabarkan aku, ikhlaskan aku. Sesungguhnya hati ini terlampau berat untuk bersabar dan ikhlas. Jauhkan aku dari maksiat hati dan maksiat badan. Jalankan aku di jalan orang orang yang lurus. Dan matikan aku tetap di agamaMu.

28 Jun 2009

Perenungan

Aku menjerit di tengah malam
Menangis, memeluk doa
Air mata tercecer di atas sajadah tua
Hening, hanya suara alam yang bertasbih
Aku semakin tergugu
Linglung diterpa badai dosa
Berlumur noda noda hitam
Sangat kotor, hina
Tiada layak aku bersimpuh di kakiMu
Jika aku ini manusia durhaka
Tolong jangan kutuk aku jadi tungku apiMu
Tiada kuat jiwa ini menanggung bara
Saat ini aku hanya ingin mandi cahaMu
Engkaulah cahaya yang memancarkan cahaya
Aku tahu lautan ampunanMu tanpa batas
Berilah aku setetes
Biarkan aku menenggaknya
Karena aku ingin menghamba sepenuh jiwa